mungkin bisa dibilang sok tau ketika aku menuliskan note ini. aku bukanlah ahli filasafat, lulusan sastra indonesia, bukan seorang anak dari Mr. golden ways mario teguh dan bukan juga seorang yang cukup banyak pengalaman tentang hidup. tapi mungkin, dari orang yang tidak mengerti apapun ini, ada suatu hal yang berguna
so, here,
berapa dari apa yang saat ini kumiliki yang telah kusyukuri?
-belum semuanya
berapa kali hatiku mampu menerima hal-hal yang bukan inginku?
-hanya beberapa kali
pernahkah aku mengeluh saat semua beban dijatuhkan padaku?
-sering
apakah aku tersenyum saat mendapat cobaan?
-jarang
apakah aku pernah memandang suatu masalah dari posisi orang lain?
-pernah dan itu sangat jarang
saat aku sedih, apakah aku menebar senyum secara cuma-cuma?
-tidak pernah
ketika senang, apakah aku mengingat hal yang membuatku sedih?
-tidak
seberapa sering aku membuat orang yang aku sayang menangis karenaku?
-sering sekali
apakah aku memikirkan kata apa yang tepat saat berbicara dengan orang yang aku sayang?
-bisa dihitung
apakah aku pernah mengakui kesalahanku meskipun itu menyakitkan?
-jarang
itu adalah sebagian pertanyaan untuk instrospeksi diri. apakah kita sudah mampu menerima diri kita sendiri? apakah kita sudah mampu menerima situasi kondisi orang lain?
hal kecil kadang terlupa, tapi seringkali, hal-hal kecil itulah yang mempunyai kekuatan untuk mebuat kita besar. bukan besar badan, besar baju, atau besar kepala. tapi membuat kita besar jiwa. dan hal kecil itu kadang muncul dari malaikat-malaikat kecil si sekitar kita, kita sebut mereka teman. karena teman adalah cermin terjernih untuk refleksi diri.
meskipun harapan bukanlah dari teman-teman, tapi apakah salah jika kita bersyukur bahwa kita memiliki teman dengan berbagai “plus minus”nya?
tentu saja tidak.
dan semua yang aku katakan ini adalah suatu yang dihargai di hatiku
dan aku masih tersenyum, aku cinta hidup dan kehidupanku
terimakasih :)